Pertanian Rekayasa Tanaman Produksi Massal Batang Bawah Jeruk melalui Embrio Somatik

Produksi Massal Batang Bawah Jeruk melalui Embrio Somatik

0
Bagikan

Kabartani.com – Perkembangan protokol kultur jaringan dalam perbanyakan sel dan jaringan telah sampai pada level yang memungkinkan untuk melakukan industrialisasi pembenihan dan penyediaan bahan dasar industri.

Selain mampu memperbanyak tanaman yang sama dengan induknya (true to type), menghasilkan tanaman yang bebas patogen sistemik, dan mengatasi permasalahan perbanyakan tanaman yang tidak dapat diperbanyak secara konvensial.

Embriogenesis somatik adalah suatu pembentukan embrio dari bagian somatik tanaman yang bukan termasuk sel zigotik. Sumber sel somatik ini biasanya secara alamiah tidak terlibat dalam pembentukan dan perkembangan embrio.

Penggunaan sel-sel somatik sebagai eksplan dalam protokol kultur jaringan akan memungkinkan pertumbuhan dan diferensiasi sel-sel somatik tersebut menjadi embrio, yang disebut embrio somatik. Embrio somatik secara morfologi juga sama dengan embrio zigotik yaitu bipolar dengan tipe organ yang sama terdiri dari radical, hipokotil, dan kotiledon.

Dengan menggunakan eksplan dari jaringan nusellus, tanaman serta penerapan teknologi embriogenesis somatik (somatic embryogenesis) menggunakan bioreaktor terbukti mampu menghasilkan materi perbanyakan jeruk dalam jumlah masal dan bebas patogen sistemik.

Tahapan Produksi Benih melalui Embrio Somatik

1. Persiapan Eksplan: Kultur Nucellus

Gambar 1. Eksplan nusellus yang tumbuh

Eksplan nusellus batang bawah jeruk berasal dari buah yang berumur 10-14 minggu setelah bunga mekar. Eksplan nusellus JC dapat menghasilkan 2-8 embrio per eksplan serta kalus pada media inisiasi MS tanpa zat pengatur tumbuh. Kalus mulai tumbuh pada umur 15-45 hari setelah tanam.

2. Produksi Kalus Embriogenik

Gambar 2. Kalus jeruk yang tumbuh dan berkembang

Kalus yang tumbuh, pada tahap awal akan tumbuh sebagai kalus yang halus dan akhirnya akan berkembang menjadi kalus embrionik bila disubkulturkan pada media MS + 3 ppm BA + 500 mg/l ME + 5% sukrosa.

3. Produksi Massal Kalus Embriogenik

Gambar 3. Perbanyakan embrio pada erlenmeyer (a) atau dalam sebuah bulb bioreaktor (b)

Selain pada media padat, kalus embriogenik dapat diproduksi atau diperbanyak secara massal dengan pada media MS cair (inorganik + komponen organik didalam erlenmeyer serta di shaker (kurang lebih 100 rpm) atau diperbanyak dalam dan bioreactor (3 gram kalus/l media), embrio yang akan tumbuh/bulb ± 5000.

4. Produksi Planlet

Gambar 4. Planlet yang siap diaklimatisasikan (a) dan semai jeruk hasil perbanyakan ES (b)

Embrio yang tumbuh pada erlenmeyer atau bioreactor ditrasnfer pada RITA Bioreaktor, dengan menggunakan sistem TIS (Temporary Immersion System). Kalus embrionik akan memperbanyak dan berkembang dengan baik menjadi planlet pada media MS cair + 3 ppm BA + 500 mg/l ME + 5% sukrosa.

5. Aklimatisasi Planlet

Gambar 5. Produksi planlet dalam sebuah RITA Bioreaktor

Planlet yang telah siap besar (tinggi 5 cm) diaklimatisasi dan dipelihara hingga siap untuk disambung.

Demikian artikel mengenai bagaimana cara Produksi Massal Batang Bawah Jeruk melalui Embrio Somatik. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobatani sekalian. Jangan lupa share dan kasih komentar ya. Terima kasih.

Simak juga :

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here