Pengertian Dan Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair

Pengertian Dan Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair

0
SHARE

KABARTANI.COM-Pupuk organik cair, pengertian pupuk organik cair adalah pupuk yang berfase cair yang dibuat dari bahan – bahan organik melalui proses pengomposan.

dari proses pengomposan ini didapat 2 macam pupuk organik cair adalah sebagai berikut :

1. pupuk organik cair yang terbuat dari bahan – bahan organik yang difermentasikan, dan dengan kondisi anaerob dengan bantuan dari organisme hidup. bahan utamanya material organik yang belum menjadi kompos. kandungan hara yang ada dalam larutan pupuk cair ini murni berwujud cair.

keuntungan pupuk organi cair jenis ini
– bila dibiarkan tidak mengendap
– larutan unsur haranya lebih stabil

2. pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi kedalam air. pupuk yang dilarutkan berupa pupuk hijau, pupuk kompos, pupuk kandang, dan campuran semuanya. sebenarnya pupuk semacam ini tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, yang membedakan hanya bentuknya yang cair.

kekurangan pupuk organi cair jenis ini
– larutan unsur haranya tidak stabil dan mudah mengendap
– pupuk tidak tahan lama bila disimpan terlalu lama
– apabila pupuk ini dibuat maka harus langsung digunakan

Untuk penggunaan pupuk organik cair jenis ini langsung disiramkan pada tanah disekitar tanaman dan jangan disemprotkan pada daunnya.

Karakteristik pupuk organik cair adalah mudah dicerna oleh tanaman, tetapi nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. dalam bercocok tanam penggunaan pupuk organik cair jangan terlalu diutamakan, alangkah baiknya diutamakan dengan pupuk organik padat karena pupuk organik padat tahan lebih lama serta menyediakan unsur hara dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Pupuk organik cair lebih cocok digunakan untuk perangsang tumbuh tanaman. terutama pada saat tumbuhan yang mulai bertunas atau saat fase perubahan dari vegetatif ke generatif
yang bisa merangsang pertumbuhan biji dan buah. dalam hal ini pupuk organik cair lebih efektif dan efisien jika diaplikasikan pada bunga, daun dan batang. karena bunga, daun dan batang bisa menyerap nutrisi secara langsung melalui stomata yang ada pada
permukaan daun.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pemberian pupuk organik cair ini harus diperhatikan baik takarannya, jangan terlalu berlebihan karena dapat mengundang hama dan penyakit yang bisa mematikan tanaman itu sendiri.

Pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro karena pupuk ini sebagai pupuk tambahan

Cara Membuat pupuk organik Cair

1. Persiapan bahanya sebagai berikut 1 karung kotoran ayam, 30 kg hijauan (gedebog, jerami, daun leguminosa, jerami ),setengah karung dedak, 50 ml bioaktivator (EM4), 100 gram gula merah, air bersih secukupnya.

2. Sebagai media pembuatan pupuk gunakan tong plastik kedap udara dengan ukuran 100 liter, siapkan 1 meter selang aerotor transparan berdiameter kurang lebih 0,5 cm, siapkan botol plastik
bekas aqua berukuran 1 liter. kemudian pada tutup tong dilubangi seukuran selang aerotor.

3. setelah itu kita potong bahan – bahan organik yang dijadikan bahan baku. masukan kedalam tong dan tambahkan air, untuk campurannya 2 bagian bahan organik, 1 bagian air setelah itu diaduk-aduk sampai rata.

4. kemudian larutan gula merah 5 liter air dan larutan bioaktivator diaduk sampai rata setelah itu masukkan kedalam tong yang sudah terisi bahan baku tersebut.

5. setelah semua proses dilakukan tutup tong rapat – rapat, dan masukan selang lewat tutup tong yang telah dilubangi tempat selang harus rekat jangan sampai ada celah udara masuk, pada ujung selang yang lain biarkan masuk kedalam botol yang telah berisi air.

6. selama reaksi berjalan secara anaerob pastikan tong benar – benar rapat dan fungsi selang untuk menyetabilkan suhu adonan dan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara luar masuk kedalam tong.

7. biarkan proses ini berlangsung hingga 7 sampai 10 hari, untuk mengetahui kematangan dengan cara membuka penutup tong cium bau adonan, bila baunya seperti tape, maka adonan sudah matang

8. setelah adonan matang pisahkan ampas dan cairannya dengan cara disaring, cairanya sebagai pupuk organik cair sedangkan ampasnya untuk pupuk organik padat, gunakan saringan kain.

9. cairannya kita masukkan kedalam botol plastik atau botol kaca, tutup dengan rapat, agar pupuk cair bisa digunakan sampai 6 bulanan

cara menggunakan pupuk organik cair

Pupuk ini penggunaannya di utamakan pada daun, bunga, dan batang, dengan cara pupuk organik cair ini diencerkan terlebih dahulu dengan menggunakan air bersih setelah itu disemprotkan pada tanaman.untuk penyemprotan kadar kepekatan pupuk organik cair ini jangan melebihi 2 %, pada umumnya pengenceran dikerjakan hingga 100 kalinya, dengan pengertian 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air.

Pupuk organik cair disemprotkan langsung pada daun, bunga, dan batang dengan interval waktu 1 minggu dimusim kering, sedangkan pada musim penghujan 3 hari sekali. untuk jenis tanaman tertentu pemberian dosis harus diperhatikan.

Jika kita ingin pertumbuhan pada daun maka kita gunakan pupuk organik cair dengan cara disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. jika ingin menghasilkan buah , umbi atau biji maka pupuk organik cair ini disemprotkan pada saat tumbuhan mengalami perubahan fase vegetatif ke generatif dengan
cara disemprotkan pada daun, bunga maupun batangnya.

Untuk pertumbuhan daun gunakan pemupukan yang kaya nitrogen, sedangkan untuk mendapatkan pupuk organik cair
yang kaya nitrogen ketika pembuatan pupuk organik cair ini kita gunakan bahan – bahan kotoran ayam, jerami, dan hijauan.

Apabila kita lakukan pemupukan untuk merangsang pertumbuhan buah, maka kita gunakan pupuk organik cair yang kaya akan fosfor dan kalium. untuk mendapatkan fosfor dan kalium ketika kita membuat pupuk organik cair ini kita gunakan bahan – bahan seperti kotoran kambing, sekam padi, kotoran sapi, dan dedak

Apabila pemupukan untuk merangsang pertumbuhan buah maka bahan organik yang digunakan untuk membuat pupuk organik cair bisa berasal dari sisa – sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit – kulit buah.

Sedangkan bila kita gunakan pupuk organik cair untuk merangsang pertumbuhan daun maka kita gunakan bahan organik dari sejenis daun – daunan.

Demikianlah langkah pembuatan pupuk organik cair yang akan digunakan untuk merangsang pertumbuhan daun, merangsang agar cepat berbuah semoga sedikit ulasan ini dapat menambah manfaat, selamat mencoba semoga berhasil., bila ada masukan dimohon komenanya.