Proses Pembuatan Red Water System (RWS) Untuk Kolam Ikan Lele

Proses Pembuatan Red Water System (RWS) Untuk Kolam Ikan Lele

5
Bagikan

Kabartani.com – Seperti yang sudah saya bahas pada artikel sebelumnya mengenai Penerapan Teknologi Red Water System Pada Budidaya Ikan Lele. Pada kesempatan ini saya akan melanjutkan bagaimana proses pembuatan RWS (Red Water System) pada budidaya ikan lele ini.

Ada bebarapa tahap pengolahan air untuk budidaya ikan lele ini, yaitu dengan menggunakan NWS (Natural Water System) adalah suatu sistem yang mencakup semua sistem yang ada dalam budidaya ikan dan juga sebagai sistem pemahaman bahwa pembudidayaan lele sampai akhir akan melewati beberapa perubahan warna air mulai dari GWS Ggreen Water System) berubah menjadi BWS (Brown Water System/Biofloc) dan akan menjadi RWS (Red Water System/Muba) ketika terjadi perubahan warna berarti terjadi perubahan mikroba.

Perubahan Warna Air pada Teknologi Red Water System Pada Budidaya Ikan Lele - Kabartani

Bahan-Bahan :

  • 18 liter air bersih,
  • 4 botol Yakult,
  • 2 butir Ragi Tape,
  • 1 liter Molasses/Tetes Tebu ( jika tidak ada, bisa menggunakan gula merah),
  • Air Kelapa Murni (dari 1 butir buah kelapa yang sudah tua),
  • Dedak halus sebanyak 0.5 Kg

Cara Mengolah Bahan :

  • Masukkan 18 liter air bersih ke dalam satu Jerigen bersih,
  • Kemudian tuangkan 4 botol Yakult, 1 liter Molasses, 2 butir Ragi Tape (yg sudah di tumbuk halus), Air Kelapa Murni dan Dedak halus ke dalam Bak yang telah berisi air bersih. aduk hingga semua bahan tercampur rata.
  • Tutup jerigen dan diamkan selama 6-7 hari agar terjadi proses fermentasi dengan sempurna yang akan di tandai dengan cairan di dalam jerigen berubah warna menjadi coklat dan berbau alkohol.

Cara Aplikasi Bahan Pada Kolam Ikan Lele

Kolam yang telah berisi air bersih bebas kandungan logam berat beserta benih ikan lele diberi tetesan Fermentasi yang sudah jadi di jerigen tadi, berikan setiap hari secara merata ke seluruh permukaan kolam sebanyak :

Setiap 1 m3 (meter kubik) kolam, di teteskan 100 ml bahan fermentasi tersebut atau setara dengan 1/2 gelas botol air mineral kecil.

Sisa bahan fermentasi tetap di simpan di dalam jerigen untuk digunakan lagi pada hari-hari berikutnya. Lakukan penetesan bahan fermentasi itu setiap hari dengan jarak waktu 24 jam hingga sampai saat panen.

Letakkan Arang dipinggir-pinggir dinding kolam bagian dasar sebanyak 1 Kg/m3 yang berfungsi untuk menyerap sisa kotoran ikan yang tak dimakan oleh bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises di dalam air kolam lele.

Simak juga Rekomendasi Dalam Pemberian Pakan Lele Yang Tepat

Akibat penetesan bahan fermentasi diatas setiap hari, maka dari hari ke hari air kolam akan berubah perlahan-lahan menjadi berwarna Merah.

Anda jangan panik dengan air menjadi berwarna Merah, karena sesungguhnya air kolam seperti itu dalam keadaan sangat sehat bagi ikan dan minim kotoran ikan karena telah jadi sumber makanan bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises dan juga diserap oleh Arang yang anda letakkan di dasar kolam.

Penambahan Selang Aerasi Udara Pada Kolam Lele - Kabartani

Disarankan untuk memasang 2 titik selang aerasi udara, tujuan pemberian aerasi ini adalah untuk mengaduk bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises yang berada di dasar kolam agar dapat terus berada merata di semua area kolam.

Pemberian Pakan Ikan Lele

Pemberian pakan pelet pada ikan lele disarankan untuk dicampur dulu dengan larutan probiotik yang kita buat tersebut dan di angin-anginkan sebelum ditebar ke kolam. Pelet yang kurang lembut sering menjadi penyebab perut ikan kembung dan luka pada usus yang akhirnya menimbulkan kematian pada benih.

Simak juga Cara Membuat Probiotik Suplemen Campuran Pakan Ikan Lele

Demikianlah informasi mengenai Proses Pembuatan RWS (Red Water System) Untuk Kolam Ikan Lele. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian.

Loading...

5 KOMENTAR

    • Teknologi RWS baru direkomendasikan utk ikan lele pak. Kalau ikan patin mungkin bisa..sedangkan utk ikan lainnya seperti nila dan gurame belum pernah dicoba.

  1. Pada red water system,tinggi permukaan air kolam yg baik brp cm pak..??
    Dan untuk pemberian pakan apkh full pellet atau dikasih pakan tmbahan..??
    Dan untuk selang aerasi apkah harus menggunakan yg diameter kecil…??
    Dan untuk air kolam apkah perlu diganti…??
    Mksih sblmnya

BERI BALASAN