Stick Test Kit, Alat Uji Sederhana Pendeteksi Mikroba Pada Susu Segar

Stick Test Kit, Alat Uji Sederhana Pendeteksi Mikroba Pada Susu Segar

0
SHARE

KABARTANI.COM – Banyaknya manfaat susu bagi kesehatan menjadikannya salah satu elemen penting dalam kebutuhan tubuh. Susu sendiri dapat dikonsumsi oleh segala usia, walaupun di Indonesia sendiri jumlah konsumsi susu perkapita masih terendah se-ASEAN, tetapi persentasenya terus meningkat setiap tahunnya.

Pada tahun 2015 lalu, jumlah konsumsi susu perkapita di Indonesia sebesar 12,10 liter/tahun, ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang hanya 11,09 liter/tahun (Kemenperin).

Terus berkembangnya industri pengolahan susu segar memberi dampak yang positif. Menurut data dari Kemenperin, pertumbuhan disektor industri pengolahan susu segar pada tahun 2014 sebesar 14%, meningkat 2% dibandingkan tahun 2013.

Meningkatnya pertumbuhan industri pengolahan susu di setiap tahunnya, membuat permintaan susu segar juga terus meningkat, dan para petani pun dituntut untuk lebih memaksimalkan produksi ternaknya. Tak hanya sekedar memenuhi permintaan, perlu juga diperhatikan kualitas susu segar tersebut, kualitas susu ditentukan dari tingkat cemaran mikroba yang dinyatakan sebagai angka Total Plate Count (TPC).

Nilai TPC susu segar inilah yang akan menentukan harga jual susu tersebut. Selama ini cara untuk menentukan kualitas susu segar di tingkat KUD masih dilakukan dengan metode plating atau TPC. Kelemahan dari metode TPC yaitu memerlukan waktu yang lama sekitar 48 jam atau dua hari, serta membutuhkan keterampilan khusus dan biaya analisis yang relatif cukup tinggi.

Atas dasar itulah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui penelitinya, Misgiyarta dan Agus Budiyanto berhasil menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tim peneliti Balitbangtan berhasil membuat alat yang disebut Stick Test Kit yakni alat uji cepat kontaminasi mikroba pada susu segar yang mudah diaplikasikan, murah, cepat dan akurat.

Stick Test Kit terdiri atas dua bagian yaitu kapas bertangkai (cotton buds) yang digunakan untuk melekatnya indikator perubahan warna sebagai sensor, serta peta warna standar untuk membandingkan perubahan warna pada indikator yang korelasi dengan tingkat kontaminan mikroba.

Penghitungan dengan menggunakan alat sederhana ini mampu menghasilkan tingkat akurasi 91,60%. Sedangkan Test kit yang disimpan dengan menggunakan kemasan plastik tertutup mampu bertahan hingga 1 tahun.

Cara penggunaanya sangat mudah, anda hanya cukup mencelupkan ujung stick (cutton bud) ke dalam susu segar selama 1 menit, lalu angkat dan diamkan selama 2 hingga 5 menit, sampai terjadi perubahan warna, kemudian cocokan dengan peta warna standard untuk mengetahui hasilnya.

Apa saja keunggulan Stick Test Kit?

1. Mudah
Siapa saja bisa mengunakan, karena tidak perlu keterampilan khusus, cukup dengan mencelupkan stick ke dalam susu segar lalu mencocokan perubahan warnanya dengan menggunakan peta warna standar.

2. Cepat
Stick Test Kit hanya memerlukan waktu kurang dari 10 menit saja untuk mengetahui hasilnya, sedangkan dengan metode plating konvensional diperlukan waktu 48 jam.

3. Murah
Harga Stick Test Kit kurang lebih sekitar Rp. 5000 jauh lebih murah dibandingkan dengan harga metode TPC yang bisa mencapai Rp. 100.000/sampel.

4. Akurat
Stick Test Kit mempunyai tingkat akurasi yang tinggi lebih dari 90% dan berfungsi cukup baik hingga perangkat ini disimpan dalam waktu satu tahun.

Sekarang peternak tidak perlu antri lama di KUD atau pengumpul ketika menjual susunya. Peternak juga bisa memperkirakan harga jual hasil perahannya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani semuanya, Terima Kasih.