Berita Syarat dan Prosedur Cara Membuat Kartu Tani

Syarat dan Prosedur Cara Membuat Kartu Tani

16
Bagikan

Kabartani.com – Pada kesempatan kali ini Kabartani akan memberikan informasi apa saja sih syarat dan prosedur cara membuat Kartu Tani itu? Langsung saja, akan saya ulas disini.

Kartu Tani sendiri merupakan kartu identitas bagi para petani yang gunanya untuk menyalurkan jatah pupuk bersubsidi dan berbagai bantuan lain dari pemerintah LANGSUNG kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani.

Namun, Kartu Tani kini dikembangkan lebih luas, sehingga bisa sekaligus berfungsi sebagai kartu debit (ATM) yang diterbitkan oleh bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, dan BNI).

Apa saja manfaat yang didapat bagi pemegang Kartu Tani? sebagai berikut:

  • Petani mendapatkan jatah pupuk bersubsidi,
  • Petani mendapat kepastian ketersediaan saprotan,
  • Kemudahan menjual hasil panen (Bulog, PTPN dll tanpa perantara),
  • Sebagai alat transaksi (transfer, pembelian, pembayaran dll),
  • Kartu identitas petani,
  • Kemudahan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR),
  • Pemegang Kartu Tani juga berhak mendapatkan asuransi jika gagal panen. Jumlah ganti rugi yang dibayarkan maksimal Rp 6 juta.

Keuntungan Memiliki Kartu Tani

Sistem Kartu Tani ini juga menghimpun data semua petani di Indonesia, untuk membentuk database petani.

Berikut Syarat dan Prosedur Cara Membuat Kartu Tani, sebagai berikut:

A. Pendataan dan Verifikasi Data

1. Persyaratan Mendapatkan Kartu Tani

  • Petani harus tergabung dalam Kelompok;
  • Petani mengumpulkan Foto Copy e-KTP dan Tanda Kepemilikan Tanah bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, anggota LMDH (tanah hutan).

2. Pendataan dan Verifikasi Data RDKK

  • Petugas Penyuluh (PPL) melakukan pendataan dan Verifikasi data ke lapangan (NIK, Luas lahan, Komoditas dan jenis pupuk);
  • PPL mengupload/mengunggah data petani kedalam SINPI.

3. Upload Data RDKK
4. Upload Alokasi Pupuk Bersubsidi

B. Penerbitan Kartu Tani

Prosedur Cara Membuat Kartu Tani
Prosedur Cara Membuat Kartu Tani

1. Data yang dibutuhkan : e KTP dan KK
2. Petani hadir BRI Unit Desa atau tempat yang telah ditentukan
3. Menunjukkan KTP asli dan menyebutkan nama Ibu Kandung
4. Petugas melakukan pengecekan ke Server BRI
5. Proses pembuatan Buku Tabungan
6. Penyerahan Kartu Tani dan Buku Tabungan BRI oleh petugas BRI

C. Pembelian Pupuk Bersubsidi Menggunakan Kartu tani

  1. Petani membawa Kartu Tani datang ke kios yang dirujuk,
  2. Kartu Tani digesek pada mesin EDC di kios pengecer pupuk bersubsidi,
  3. Masukkan nomor PIN,
  4. Mesin ECD menampilkan informasi data alokasi pupuk dan data petani,
  5. Lakukan pembelian pupuk sesuai kebutuhan,
  6. Cek kembali alokasi sisa kuota pupuk,
  7. Pengecer menyerahkan pupuk ke petani,
  8. Transaksi selesai, petani membawa pupuk pulang.

D. Penjualan Hasil Panen

  1. Petani membawa Kartu Tani datang ke off Taker (Bulog) untuk menjual hasil panen,
  2. Off Taker menimbang hasil panen,
  3. Hasil panen diinput dan muncul nilai pembayaran di server SINPI,
  4. SINPI mengirimkan laporan melalui sms ke HP Petani,
  5. Di HP Petani ada laporan jumlah panen dan nilai jualnya (rupiah),
  6. Nilai jual (Rupiah) masuk ke rekening petani, dapat cek di rekening petani melalui ATM.

NB: Bank yang ditunjung dalam pembuatan kartu tani adalah BRI, BNI dan Bank Mandiri

Petani Sejahtera dengan Kartu Tani

Demikian informasi mengenai bagaimana Syarat dan Prosedur Cara Membuat Kartu Tani. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi sobat tani sekalian, akhir kata kami mengucapkan terima kasih.

Loading...

16 KOMENTAR

  1. Konsep hebat…. hebat….hebat….tapi yang membuat/meniru konsep ini tidak tahu profil petani di Republik Ini……(petani penggarap.tidak punya e ktp.buta hurup.tidak punya hp.ada di pedalaman.yang belum mengenal internet,tidak ada bri,mandiri )

    • nah itulah gunanya silaturahmi bagi yang pintar berdiskusi dan pintar bercakap sekiranya berbaik hati membantu dan menolong dalam pengarahan kepada sebagian petani yang sekiranya belum paham atau tidak tau sama sekali. katna indonesia berbeda2 bukan ada untuk semaunya sendiri.. tetapi tetap 1 jua..

    • Sepakat…
      Pertanyaa nya adalah..sudah mampukah petani kita.

      Bukan berarti pesimis..tp itulah kenyataannya..

  2. kartu tani saya tidak kecetak, tebang pilih dlm pencetakan, saya sdh melalui prosedur… saya pemilik lahan persawahan lebih diprioritaskan yg punya kebun…

  3. setidaknya sosialisasi per KK,, karna oknum bukan hanya di tingkat peopinsi.. kadang tingkat RT/RW ada oknum..
    kec waylima. kab pesawaran ,lampung . sepertinya belum ada sosialisasi,

  4. untuk data petani yang mendapatkan kartu tani, bagaimana kriteria petani tersebut, dalam hal ini statusnya…apakah pemilik lahan, penyewa lahan atau penggarap lahan

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here