Tanya Pak, Tanaman Cabai Saya Buahnya Rontok Kenapa Ya?

Tanya Pak, Tanaman Cabai Saya Buahnya Rontok Kenapa Ya?

0
Bagikan

Kabartani.com – Kerontokan buah cabai bisa disebabkan beberapa faktor, seperti: Tanaman cabai kekurangan unsur hara makro dan mikro. Terutama tanaman cabai kekurangan unsur hara seperti Kalsium (K), Nitrogen (N), Ca (kalsium), Magnesium (Mg), dan Phospor (P).

Kelima unsur makro tersebut sangat penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai dan organ-organ penting tanaman lainnya.

Ca dan K digunakan oleh tanaman sebagai pembantu dalam merangsang pembentukan organ tanaman baik itu akar, batang, daun, dan buah. Unsur Mg sangat penting sebagai komponen enzimatis dan perombakan beberapa kegiatan anbolisme saat tanaman melakukan fotosintesis.

Serta unsur Nitrogen dan Phospor juga membantu mencegah supaya tanaman tidak mengalami kerontokan, nekrosis, dan klorosis. Jika tanaman cabai kekurangan (mengalami defisiensi) kelima unsur hara penting tersebut, maka salah satu gejalanya adalah tanaman cabai, baik pada organ daun, bunga, dan buahnya seringkali mengalami kerontokan secara massal (besar-besaran).

Terinfeksi Virus/Penyakit

Ditanam di dekat tanaman palawija yang terinfeksi virus/penyakit pada tanaman. Beberapa jenis virus yang sering menyerang tanaman cabai yakni virus kuning, virus gemini, beberapa virus lain seperti CMV (Cucumber Mosaic Viruses) juga turut berperan dalam memicu buah cabai seringkali mengalami kerusakan dan kerontokan pada bagian organ buahnya.

Adanya Parasit

Ada kalanya lalat buah juga bisa menjadi parasit pada buah cabai, dan seringkali menjadikan buah cabai yang telah matang terinfeksi olehnya, akibatnya buah menjadi bopeng (berlubang-lubang tidak jelas).

Mengalami Hidrasi

Tanaman cabai kelebihan air/tanaman tergenang air dalam jumlah yang banyak. Perlu anda ketahui bahwa, tanaman cabai hanya butuh lahan tanam (tanah) dengan kelembaban yang cukup, artinya jumlah airnya tidak berlebihan dan juga tidak kekurangan.

Pastikan bahwa tanah lahan tanam cabai tetap dalam kondisi lunak dan tentunya tidak mengandung air dalam jumlah banyak. Banyaknya air yang terkandung di dalam tanah dan tanaman juga dapat memicu tanaman mengalami hidrasi (kelebihan air), sementara itu tanaman cabai juga tidak mengalami kekurangan air (dehidrasi).

Kekurangan air juga dapat menjadi penyebab buah cabai mudah rontok/berguguran. Pada kondisi yang kritis (dehidrasi, kekurangan cairan), maka tanaman cabai mudah mengalami stress, sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan menjadi terhambat, dan jika dibiarkan dalam waktu relatif lama, tentu saja akan berdampak pada kegagalan panen, dan buah cabai kurang sehat, akibatnya mudah terserang penyakit.

Curah Hujan

Curah hujan tinggi, juga bisa menjadi alasan penyebab mengapa buah cabai sering rontok. Tangkai buah cabai sangat sensitif dengan curah hujan yang tinggi. Jika cahaya kurang dan jumlah air berlebih pada tanaman, tentu saja pada buah cabai yang sudah tua, maka tangkai buahnya mudah membusuk.

Simak juga artikel seputar cabai lainnya:

Dan masih banyak faktor lainnya yang dapat menyebabkan peristiwa kerontokan/absisi pada tanaman cabai. Semoga sedikit informasi ini bisa bermanfaat bagi sobat tani sekalian. Terima kasih atas kunjungannya disitus Kabartani.com.

Loading...

TIDAK ADA KOMENTAR

BERI BALASAN