Pertanian Sarana & Prasarana Tata Cara Pengambilan Sampel Tanah Komposit Untuk Analisis Kesuburan Tanah

Tata Cara Pengambilan Sampel Tanah Komposit Untuk Analisis Kesuburan Tanah

0
Bagikan

Kabartani.com – Tingkat kesuburan tanah merupakan salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam  meningkatkan produksi tanaman. Tanah yang subur akan menghasilkan produksi relatif lebih tinggi dibandingkan tanah yang kurang subur. Tingkat kesuburan tanah dapat dilakukan analisis tanah di laboratorium untuk mengerahui sifat kimia, sifat fisik dan biologi tanah.

Sifat kimia tanah yang penting untuk diketahui antara lain pH, kadar organik, kapasitas tukar kation, dan unsur hara (N, P, K, Ca, Mg dan sebagainya), serta fakor penghambat pertumbuhan seperti kadar aluminium dan besi.

Tidaklah mungkin bisa melakukan analisis tanah seluruh zona perakaran (kedalaman 0-20 cm) pada daerah yang diteliti, sehingga perlu ditentukan metode ilmiah bahwa sampel tanah yang diambil mewakili dari areal penelitian tersebut. Oleh sebab itu, cara pengambilan sampel tanah merupakan satu tahap terpenting.

Sampel Tanah Komposit

Sampel komposit merupakan sampel tanah gabungan dari beberapa sub tanah individu yang berada pada hamparan tanah yang homogen. Sebelum sampel tanah diambil, perlu diperhatikan keseragaman areal/hamparan, misalnya diamati dahulu keadaan topografi, tekstur tanah, warna tanah, kondisi tanaman, penggunaan tanah dan masukan (pupuk, kapur, bahan organik, dsb) yang diberikan, serta sejarah penggunaan lahannya.

Satu sampel tanah komposit bisa mewakili 5 ha (tergantung skala peta) yang terdiri 10-15 anak sampel individu. Sampel tanah individu tersebut diambil dari lapisan olah (lapisan perakaran). Sampel tanah individu tersebut kemudian diaduk merata, dibagi kuadran/4 bagian. Diambil salah satu kuadran sebagai sampel komposit yang diambil.

Peralatan

  • Bor tanah (Auger dan tabung) atau cangkul atau sekop,
  • Ember plastik untuk mengumpulkan dan mengaduk sampel tanah individu,
  • Plastik sampel, label, spidol, form pengamatan,
  • Peralatan survei: peta kerja, GPS,

Cara Pengambilan

Tentukan titik pengambilan sampel tanah individu dengan salah satu dari 4 cara, yakni: cara diagonal, zig-zag, sistematik, atau acak (Gambar 1)

  1. Sampel tanah sebaiknya diambil dalam keadaan lembab, tidak terlalu basah atau kering.
  2. Sampel tanah individu diambil dengan bor tanah, cangkul, atau sekop pada kedalaman 0-20 cm.
    3.Sampel tanah diaduk merata dalam ember plastik

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Hindari mengambil sampel tanah dari galengan, selokan, tanah sekitar rumah dan jalan, bekas pembakaran sampah/sisa tanaman/jerami, bekas timbunan pupuk, kapur, pinggir jalan, dan bekas pengembalaan ternak.
  • Sampel tanah yang diambil pastikan merupakan perwakilan dari hamparan lahan.

Pengambilan sampel tanah individu ada dua cara, yaitu cara sistematis dan cara acak. Cara sistematis dibagi menjadi dua cara yaitu diagonal dan zig-zag.

1. Sistem Diagonal

Pertama-tama ditetapkan satu titik sebagai pusat pada lahan yang akan diambil sampel tanahnya. Kemudian ditentukan titik-titik disekelilingnya, jumlah titik yang dibuat sebanyak 5 buah (1 titik pusat + 4 titik diagonal). Jarak antara setiap titik kurang lebih 50 meter diukur dari titik pusat (Gambar 1a).

Sampel-sampel tanah individu tersebut diambil dengan cangkul atau bor tanah pada lapisan olah (lapisan perakaran) kemudian dicampur sampau benar-benar merata. Lalu diambil 1 kg dan dimasukkan kedalam kantong plastik, kemudian diberi label.

2. Sistem Zig-Zag

Cara pengambilan tanah seperti ini dilaksanakan dengan menentukan titik yang akan digunakan sebagai tempat pengambilan sampel tanah secara zig-zag (Gambar 1b). Adapun persyaratan dan cara pengambilan tempat seperti ini sama dengan sistem diagonal. Hanya saja perbedaan dalam cara penentuan tempat pengambilan sampel tanah.

3. Cara Acak

Pengambilan sampel tanah secara acak dilaksanakan dengan menentukan titik-titik pengambilan sampel tanah secara acak, tetapi menyebar rata di seluruh bidang tanah yang diwakili. Setiap titik yang diambil mewakili daerah sekitarnya (Gambar 1d).

Pengemasan Sampel

Semua sampel tanah komposis dimasukan kedalam kantong plastik yang diberi label (keterangan) luar dan dalam. Label dalam harus dibungkus dengan plastik supaya tulisan tidak kotor atau basah, sehingga label tersebut bisa dibaca sesampainya di laboratorium tanah. Sedangkan label luar disatukan pada saat pengikatan plastik seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Simak juga : Cara Mengukur Kesuburan Tanah Dan Kandungan Unsur Hara Tanah Dengan Tehnik MOET

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here