Teknik Budidaya Jahe Merah dalam Polybag

Teknik Budidaya Jahe Merah dalam Polybag

0
SHARE

Kabartani.comTeknik Budidaya Jahe Merah dalam Polybag. Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman rimpang yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap dalam bumbu masakan dan obat. Rimpang jahe berbentuk jemari yang bergelembung pada bagian ruas-ruas tengah.

Ada beberapa jens jahe, pada ulasan kali ini akan saya bahas mengenai jahe merah memiliki rasa khas yakni pedas yang menghangatkan yang disebabkan oleh adanya kandungan kimia alami yakni senyawa keton yang bernama Zingeron.

Jahe merah termasuk dalam tanaman berumbi yang juga termasuk dalam tanaman jenis jahe-jahean yang merupakan herbal yang sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jahe yang banyak dimanfaatkan adalah rimpang jahe karena pada bagian rimpang jahe banyak menyimpan kandungan senyawa alami yang memiliki khasiat dan manfaat yang luar biasa.

Simak juga Manfaat Dan Khasiat Jahe Untuk Kesehatan

Berikut adalah langkah-langkah praktis dalam membudidayakan Jahe Merah dalam karung atau polybag.

Persiapan Media Tanam

Pertama-taman yang harus anda siapkan yaitu polybag sebagai media tanamnya dengan ukuran minimal 40×50 cm jumlahnya sesuai kebutuhan anda.

budidaya-jahe-merah-dalam-polybag

Atau anda bias menggunakan karung seperti karung bekas beras atau pakan ternak. Semakin besar ukuran karungnya, maka juga semakin banyak pula penggunaan media pengisi seperti tanah, pasir dan pupuknya, namun produktivitas Jahe Merah juga akan semakin tinggi.

teknik-budidaya-jahe-merah-dalam-karung-kabartani

Media pengisi karung atau polybag adalah kombinasi antara tanah, pasir dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2.

Simak juga Unik Budidaya Jahe Gajah Dalam Keranjang

1. Tanah

Gunakan tanah yang gembur dan subur. Gembur artinya remah dan komposisi liat, pasir, dan debunya seimbang. Subur berarti banyak kandungan unsur haranya. Jika tanah sudah subur dan gembur, sebenarnya tidak perlu ditambahkan campuran lain. Namun karena jarang diperoleh tanah yang subur dan gembur, maka diperlukan penambahan bahan lain seperti pasir dan pupuk.

2. Pasir

Pasir dibutuhkan bila tanah yang dipakai mengandung fraksi liat yang cukup tinggi. Pasir yang dipakai yatu pasir ladu atau pasir yang bercampur lumpur. Selain murah, pasir ini juga masih mengandung bahan-bahan mineral endapan.

3. Pupuk Organik

Pupuk organik bisa memakai pupuk kompos, pupuk kandang atau bokashi. Jika anda menggunakan pupuk kandang, akan lebih baik jika pupuk kandang tersebut telah melalui proses penghancuran dan difermentasi sehingga akan lebih cepat diserap oleh akar tanaman.

Simak juga Panduan Membuat Pupuk Bokashi Dari Jerami Padi

Seluruh bahan-bahan media tanam tersebut dicampur merata, kemudian media pengisi dimasukkan ke dalam karung atau polybag yang telah disiapkan sebelumnya. Pengisian karung atau polybag cukup ¼ bagian saja, karena selama pertumbuhan tanaman nanti, akan dilakukan penambahan pupuk organik.

Pembibitan Jahe

1. Pemilihan benih

Siapkan benih untuk bibit Jahe Merah yang bias diambil dari rimpangnya, jika baru menanam jahe silahkan beli benih jahe dari petani lain. Rimpang jahe yang baik sebagai benih yaitu rimpang yang segar, sehat, ukurannya besar atau normal, tidak cacat atau terluka, dan berasal dari induk yang sudah cukup tua dan sehat.

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan benih yang diambil dari rimpang jahe yang dibeli dari petani jahe yang sudah menanamnya, bukan dari pasar konsumsi. Rimpang yang sudah didapatkan lalu  disortir dan dipilih yang baik.

2. Pengecambahan

Agar terhindar dari serangan jamur, benih jahe bisa direndam dahulu menggunakan larutan fungisida (misalnya Dithane M-45) selama kurang lebih 15 menit. Atau jika tidak, benih cukup direndam atau dibasahi dengan air saja, kemudian diletakkan pada tampah atau nyiru, dan ditempatkan pada tempat yang lembab agar berkecambah.

Agar kelembaban terjaga, setiap hari benih harus dikontrol dan dibasahi air, jangan biarkan jahe terlalu kering. Benih akan mulai berkecambah setelah kira-kira 2 minggu

3. Penyemaian

Selama mengecambahkan benih, kita bisa menyiapkan tempat pesemaian berupa petak ukuran 1 x 2 m yang dibatasi dengan batu bata dan diisi dengan pasir dan pupuk organik. Tempat pesemaian sebaiknya tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung. Pada media tersebut, benih yang telah berkecambah kita tanam dengan kedalaman kira-kira 4-5 cm. Benih tersebut akan mulai tumbuh menjadi tanaman muda dalam waktu sekitar 2-4 minggu.

persemaian-bibit-jahe-merah-kabartani

Setelah tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm, bibit dapat diambil/dipotong dari rimpangnya dan ditanam pada media karung atau polybag yang telah disiapkan. Rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali pada pesemaian agar tumbuh bibit yang lain. Satu buah rimpang bisa menumbuhkan sekitar 2-4 bibit.

Penanaman Bibit Jahe Merah

Penanaman bibit Jahe pada karung atau polybag harus hati-hati. Buatlah lubang sebesar ukuran pangkal bibit, masukkan bibit Jahe ke dalam lubang tanam, kemudian tutup dengan media disekitarnya dan padatkan. Setelah penanaman, media dan bibit harus disiram dengan air bersih agar tanaman mendapatkan cukup air dan kontak dengan media.

Setelah ditanam, tanaman Jahe tersebut jangan langsung ditempatkan pada ruang yang terbuka dengan sinar matahari langsung, melainkan harus diadaptasikan pada tempat yang memiliki naungan terlebih dahulu hingga umur 2,5 bulan.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman Jahe dalam karung atau polybag cukup mudah. Pemeliharaan meliputi: penyiraman, penyiangan dan penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

1. Penyiraman

Penyiraman dilakukan setiap hari, sebaiknya pada sore hari, terutama saat tidak ada hujan. Beberapa petani menggabungkan budidaya Jahe Merah dengan budidaya ikan dalam kolam, untuk memudahkan penyiraman dan mengantisipasi kebutuhan air saat musim kemarau.

Selain itu, air kolam diharapkan memberi unsur hara tambahan bagi tanaman. Penyiraman bisa dihentikan saat tanaman Jahe mulai memasuki fase senecense (mengering) saat tua dan mendekati panen.

2. Penyiangan dan penggemburan

Rumput yang tumbuh pada media tanam perlu disiang agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman, terutama pada sekitar 4 bulan pertama, di mana tanaman Jahe belum begitu rimbun.

Beberapa petani menambahkan mulsa jerami pada media tanam untuk menekan pertumbuhan gulma. Selain penyiangan, media tanam juga perlu digemburkan kembali. Penggemburan dimaksudkan untuk menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman dan memperbaiki sirkulasi udara dalam media.

3. Pemupukan

Pemupukan dilakukan dua bulan sekali, seiring pertumbuhan tanaman, dengan menambahkan pupuk organik pada media tanam. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung dari besarnya media yang digunakan, kira-kira 1/5 ukuran karung atau polybag yang digunakan. Pemupukan bisa diberikan 3 kali selama umur tanaman.

4. Pengendalian Hama dan Penyakit

Tanaman jahe sebenarnya tak mudah terserah hama dan penyakit, namun akan lebih baik jika kita mengetahui dan mengantisipasi beberapa hama yang mengganggu tanaman jahe.

Hama yang sering menyerang tanaman Jahe adalah belalang dan ulat yang memakan daun terutama daun muda. Untuk menanganinya, anda bisa menggunakan beberapa cara berikut ini:

  • Cara mekanis, dengan memeriksa tanaman dan membunuh hama terutama ulat yang sering memakan daun, atau dengan menggunakan perangkap serangga berupa plastik berwarna cerah (kuning atau merah) yang dipasang dengan bambu dan diolesi lem atau anda bias menggunakan stiker kuning.
  • Cara kimiawi, dengan menyemprotkan insektisida yang tepat untuk mengendalikan belalang dan ulat. Insektisida yang dianjurkan adalah insektisida organik berbahan aktif tembakau atau yang lainnya.

Sedangkan penyakit yang mungkin bisa menyerang tanaman Jahe adalah penyakit Layu Bakteri dan Busuk Rimpang yang disebabkan oleh jamur.

Untuk mencegah penyakit tersebut, kesehatan benih dan sanitasi lingkungan pertanaman perlu diperhatikan.  Pastikan benih merupakan benih sehat dan berasal dari induk yang sehat. Lingkungan pertanaman juga perlu dijaga agar bersih dan tidak terlalu lembab atau tergenang air.

Untuk tanaman jahe yang sudah terserang penyakit, bisa disemprot dengan bakterisida atau fungisida, jika perlu dimusnahkan agar tidak menular ke tanaman lainnya.

Pemanenan

Jahe Merah sudah bisa dipanen setelah berumur kira-kira 10 bulan. Dengan ciri tanaman yang sudah cukup tua dan siap panen akan melewati masa mengering, di mana daun dan batangnya akan berubah menguning dan mengering.

Pemanenan Jahe Merah dari media karung atau polybag sangat mudah, karena tidak perlu menggali dengan susah payah. Anda cukup menggali dengan alat seadanya dan membuka karung atau polybag yang sudah mulai lapuk.

Angkat rimpang Jahe merah dengan hati-hati agar tidak rusak, bersihkan dari tanah dan kotoran yang menempel, lalu cuci dengan air bersih. Satu rumpun tanaman Jahe dalam satu media tanam karung atau polybag ukuran 50 kg, bisa menghasilkan rimpang jahe merah segar 2-5 kg.

Simak juga Panduan Cara Budidaya Jahe Gajah Yang Menguntungkan

Demikianlah informasi mengenai Teknik Budidaya Jahe Merah dalam Polybag, semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian. Jika ada kritik dan saran jangan sungkan untuk menghubungi kami via email di redaksi.kabartani@gmail.com. Terima kasih.