Hortikultura Buah-Buahan Teknik Budidaya Mendapatkan Bengkuang Jumbo

Teknik Budidaya Mendapatkan Bengkuang Jumbo

0
Bagikan

Kabartani.com –┬áTanaman bengkuang (Pachyrrizus erosus) merupakan tanaman yang tak asing lagi bagi masyarakat. Dimana tanaman bengkuang MI menghasilkan umbi yang biasanya disebut buah bengkuang, yang biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar maupun sebagai campuran masakan.

Dengan kemajuan teknologi penggunaan makin beragam, misalnya sebagai bahan pembuat kosmetik, buah kaleng dan bahan-bahan industri lain. Dengan semakin beragamnya kegunaan buah bengkuang, maka semakin besar pula permintaan pasar.

Buah bengkuang yang dihasilkan oleh petani pada umumnya berukuran relatif kecil yaitu yang paling besar rata-rata diameternya berukuran 15 cm atau dengan berat sekitar 0,5 kg tiap buah.

Padahal para konsumen cenderung suka pada buah bengkuang yang berukuran besar, karena buah yang berukuran besar mempermudah pengulitannya dan dapat dijadikan hiasan buah yang menarik serta bisa memberikan kepuasan tersendiri bagi petani dan para konsumen.

Pada umumnya buah bengkuang dibudidayakan di tanah pekarangan dan tegalan. Tanaman bengkuang yang ditanam petani dibudidayakan secara kurang intensif, hanya sebagai tanaman sampingan atau tanaman sela. Padahal dengan cara pembudidayaan yang lebih intensif akan dapat menghasilkan produksi dan nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Pembudidayaan buah bengkuang sebenarnya tidak sulit, dimana kita hanya perlu perawatan yang tidak begitu berat. Tanaman bengkuang dapat tumbuh di dataran rendah dengan kondisi tanah yang baik, yaitu tanah tersebut merupakan tanah yang gembur dan banyak mengandung humus.

Sebenarnya dengan meningkatkan sedikit cara pembudidayaan, akan dapat diproduksi buah bengkuang yang berukuran besar sekitar 5 kg tiap buah. Dan dengan buah yang sebesar ini akan dapat memenuhi keinginan konsumen.

Varietas yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah bengkuang Gajah dan bengkuang Badur. Perbedaan di antara kedua jenis bengkuang ini adalah waktu panennya. Varietas bengkuang Gajah dapat dipanen ketika usia tanam memasuki 4-5 bulan. Varietas bengkuang badur memiliki waktu panen lebih lama. Jenis ini baru dapat dipanen ketika tanamannya berusia 7-11 bulan.

Budidaya bengkuang untuk menghasilkan buah yang berukuran besar, harus menyiapkan benih yang benar-benar baik. Tanaman induk yang pertumbuhannya baik digunakan sebagai tanaman induk. Dipilih dari polong yang benar-benar tua di pohonnya, sehingga benih yang ada merupakan benih yang masak fisiologis atau masak panen, dan fisiknya benar-benar bagus dan bebas dari hama dan penyakit. Kemudian dilakukan seleksi benih yang besar dan berat serta berbentuk baik dan bebas dari hama dan penyakit.

Lahan yang akan digunakan sebaiknya yang gembur. Tanah tegalan merupakan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman bengkuang. Buatlah guludan dengan lebar bedengan sekitar 20 cm dengan panjang guludan tergantung dari panjang lahan. Jarak antara bedengan sekitar 35 cm atau selebar satu setengah sampai di lebar pacul.

Penanaman tanaman bengkuang sebaiknya dilakukan setelah panen tanaman jagung atau pada pertengahan musim penghujan. Penanaman dengan cara membenamkan benih pada tanah guludan yang ditugal, dan isilah 1-2 benih tiap lubang tanam, jarak antara lubang yang satu dengan lain sekitar kurang lebih 22 cm dan penanaman jangan terlalu dalam, karena akan dapat menghambat perkecambahan benih tersebut. Untuk mendapatkan buah yang benar-benar besar, maka sebaiknya tiap lubang diisi dengan satu benih saja.

Sebenarnya tanaman bengkuang tidak memerlukan perawatan yang serius, karena tanaman bengkuang merupakan tanaman yang mudah tumbuh pada keadaan yang kurang menguntungkan. Bahkan sampai saat ini tanaman bengkuang tidak atau belum pernah terserang hama maupun penyakit yang dapat menurunkan produksi.

Perawatan yang perlu dilakukan adalah pengendalian gulma, yaitu lakukan pembersihan gulma terutama gulma di sekitar tanaman. Pembuangan bunga, dimana bunga pada tanaman bengkuang ini sangat perlu dilakukan, karena jika bunganya tidak dihilangkan akan dapat mempengaruhi pembentukan umbi bengkuang. Bila perlu lakukanlah pemupukan dengan 7A dengan cara tebarkan di sekitar tanaman.

Pemanenan bengkuang dapat dilakukan setelah tanaman tersebut berumur sekitar 6 bulan. Dan pemanenan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar buah bengkuang tidak rusak atau pecah. Maka dengan cara budidaya tersebut, maka akan dapat dihasilkan bengkuang yang berukuran jumbo. Dengan semakin baik mutu buah bengkuang ini akan dapat meningkatkan penghasilan petani, karena harganya pun dapat dinaikkan.

Simak juga :

Sumber : Menuju pertanian Tangguh, Surat Kabar Sinar Tani (1996)

REVIEW OVERVIEW
Bengkuang Jumbo
Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here