Hortikultura Buah-Buahan Teknik Menghasilkan Benih Pepaya Bermutu Tinggi

Teknik Menghasilkan Benih Pepaya Bermutu Tinggi

0
Bagikan

Kabartani.com – Benih merupakan sarana produksi utama dalam budidaya tanaman. Untuk menghemat biaya produksi pada tanaman pepaya, petani dapat memproduksi benih untuk kebutuhannya sendiri.

Benih berkualitas ditentukan oleh banyak faktor terutama kemurnian benih, daya tumbuh benih dan true to type. Benih dengan kemurnian dan bermutu tinggi dapat dihasilkan sendiri dengan cara yang terkontrol, baik untuk tanaman dengan penyerbukan sendiri (selfing) maupun dengan penyerbukan silang.

Teknik Produksi Benih

Metode produksi benih pepaya berdasarkan tipe morfologi bunga sempurna. Tingkat penyerbukan silang yang tinggi pada bunga sempurna menyebabkan perlunya metode isolasi bunga yang lebih ketat. Selain itu untuk meningkatkan persentase benih berbunga sempurna perlu diketahui pewarisan jenis kelamin bunga pepaya.

Gambar 1. Bunga dan buah tanaman betina

Hasil penyerbukan bunga pepaya dengan sumber putik dan serbuk sari dari tanaman yang berbeda jenis kelaminnya akan menghasilkan tanaman pepaya dengan jenis kelamin yang berbeda dengan perbandingan tertentu. Oleh karena itu tanaman induk dipilih dari tanaman berbunga sempurna yang sudah stabil pada beberapa generasi.

Teknik Produksi Benih Dengan Penyerbukan Sendiri

Prosedur produksi benih dengan penyerbukan sendiri yaitu sebagai berikut :

1. Pohon induk pepaya ditanam dalam satu hamparan dengan jumlah yang banyak (1000-5000 tanaman).

2. Musnahkan tanaman yang berkelamin jantan dan varietas jenis lain dari populasi pohon induk pepaya.

3. Pilih pohon induk yaitu tanaman berbunga sempurna, mempunyai produksi tinggi, stabil dan sehat dan berada ditengah-tengah kebun.

Gambar 2. Pohon induk berbunga sempurna dan berada ditengah- tengah kebun

4. Menentukan bunga sempurna yang akan diselfing/diserbuki. Ciri bunga yang siap untuk diserbuki yaitu kelopak bunga masih tertutup dan warnanya putih krem (Gambar 3 a).

5. Pada bunga sempurna perlu dilakukan bantuan penyerbukan untuk meningkatkan jumlah dan menjaga kemurnian benih yang dihasilkan. Penyerbukan bunga sempurna dilakukan dengan cara mengambil sumber polen dari bunga jantan yang berada satu rangkaian dengan bunga sempurna pada satu pohon yang sama. Pilih bunga jantan yang sudah pecah polen/serbuk sarinya.

6. Bukalah kelopak bunga sempurna dengan hati-hati, kemudian oleskan serbuk sari dari bunga jantan pada putik bunga sempurna tersebut.

Gambar 3. a. Bunga sempurna siap diselfing/diserbuki, b. Penyerbukan dengan polen dari tanaman yang sama, c. bunga dibungkus dengan kertas tahan air/kertas minyak dan dipasang label selfing

7. Bungkus bunga sempurna yang sudah diserbuki dengan kertas minyak (berukuran 7 X 10cm). Hal ini penting untuk menghindari masuknya pollen dari bunga lain pada saat bunga telah terbuka. Bungkus kertas juga melindungi bunga dari kelembaban yang berlebihan yang dapat mengganggu pembentukan buah.

Agar bungkus tertutup dengan baik maka diperlukan klip penjepit. Apabila buah tumbuh dan membesar, bungkus dengan sendirinya akan terbuka akibat dari desakan dari buah yang membesar.

8. Pasangkan label tahan air pada bunga yang sudah diserbuki, sebagai tanda bunga sudah diselfing.

9. Pada umur 4-5 bulan setelah penyerbukan, buah pepaya sudah dapat dipanen. Buah yang bisa dipanen ditandai dengan perubahan warna kuning pada kulit buah antara 10-20%.

Gambar 4. A. Buah dipanen dan disimpan sampai matang, b. Ambil biji pada bagian tengah, c. biji dicuci dan dikeringkan.

Prosesing benih papaya

Buah hasil penyerbukan yang sudah dipanen disimpan sampai 100 % kulit berwarna kuning dan masak sempurna. Proses penyiapan benih mulai dari saat biji diambil dari buah sampai penyimpanan melalui beberapa tahapan, yaitu: pembuangan sarkotesta, pengeringan, pembungkusan dan penyimpanan serta pelabelan.

I. Pembuangan Sarkotesta

Sarkotesta adalah selaput lendir yang membungkus biji yang masih segar. Sarkotesta pada biji segar ini sulit untuk dibuang, oleh karena itu biji yang baru dicuci perlu di simpan pada tempat dengan peredaran udara baik selama dua hari (kering-angin) sampai sarkotesta berangsur-angsur menjadi keriput. Setelah itu biji dicuci dan diremas-remas dengan kain kasar atau abu gosok untuk menaggalkan sarkotesta dari biji.

Sarkotesta yang telah keriput ini mudah ditanggalkan. Sarkotesta perlu dibuang karena mengadung bahan yang menghambat perkecambahan benih. Setelah sarkotesta dibuang, biji direndam 10 menit dalam larutan fungisida (2 g/l) sebelum dikeringkan

II. Pengeringan

Pengeringan biji bisa dilakukan dengan pengeringan menggunakan matahari ataupun diangin-anginkan saja. Biasanya masa pengeringan selama lima hari sampai kadar air benih berkisar 10%.

Cara yang baik adalah dengan meletakkan biji di atas kertas, kemudian dikering anginkan. Dengan pengeringan ini, viabilitas benih dapat lebih dijaga bila dibandingkan dengan benih basah atau masih mengandung sarkotesta.

III. Pengemasan dan Penyimpanan

Penyimpanan benih harus dilakukan sebaik-baiknya untuk menjaga agar tidak kemasukan air maupun udara. Penyimpanan dapat dilakukan menggunakan kantong plastik berklip maupun wadah lain yang tertutup rapat (aluminium foil) atau kedap udara. Selanjutnya benih disimpan dalam suhu 10°C.

Simak juga

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here