Perikanan Budidaya Air Tawar Teknik Pemijahan Katak Lembu Bagi Pemula

Teknik Pemijahan Katak Lembu Bagi Pemula

0
Bagikan

Kabartani.com – Katak lembu atau bull frog (Rana Catesbiana) merupakan salah satu komoditi andalan perikanan untuk tujuan ekspor. Katak ini sudah terbukti mempunyai beberapa kelebihan diantaranya lebih jinak, cepat menyesuaikan lingkungan buatan dan ukurannya lebih besar daripada katak lokal.

Budidayanya telah berkembang dengan baik di Jawa Timur. Namun dalam perkembangan selanjutnya timbul permasalahan yaitu belum adanya keseimbangan antara produksi benih (kecebong dan percil) dengan usaha pembesaran. Akibatnya harga benih naik diatas harga normal sehingga kurang menguntungkan bagi perkembangan usaha pembesaran karena adanya kenaikan biaya produksi.

Untuk itu perlu upaya meningkatkan produksi benih melalui pengembangan dan intensifikasi pembenihan, agar benih tersedia dalam jumlah yang cukup, tepat waktu dan tepat mutu.

TEKNIK PEMIJAHAN

Pemijahan katak lembu ada 2 cara yaitu pemilahan secara tradisional dan pemilahan secara intensif.

1. PEMIJAHAN TRADISIONAL

Cara ini dianjurkan bagi peternak pemula yang belum pengalaman pemijahan dilakukan di kolam plesteran berbentuk empat persegi panjang dengan luas antara 20 – 50 meter persegi dan tingginya kurang lebih 1 meter.

Bagian tengah kolam berupa tanah atau daratan, bentuknya seperti pematang yang di sisinya ditanami rumput dan tales. Agar lebih teduh dan alami, diatas pematang sebaiknya diberi atap atau peneduh dari karton bekas atau genteng dan dipasang alat penyemprot air taman untuk membuat hujan buatan.

Manfaat dari pematang ini sebagai tempat untuk istirahat dan arena percumbuan antara induk jantan dan betina. Sedangkan bagian kolam yang lain diisi air sedalam kurang lebih 30 cm dan diberi tanaman enceng gondok.

Pemijahan tradisional merupakan cara memproduksi benih yang bersifat masal karena dalam satu unit kolam pemijahan diisi banyak pasangan induk jantan dan betina. Sebagai patokan, tiap meter persegi kolam pemijahan tradisional dapat diisi 1-2 pasang induk jantan dan betina.

2. PEMIJAHAN INTENSIF

Cara ini dianjurkan bagi peternak yang sudah berpengalaman dan trampil. Pemijahan dilakukan di kolam plesteran berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 1,5 x 2 m dan tinggi sekitar 80 cm.

Air kolam berasal dari sumur atau sumber lain, yang dialirkan ke unit-unit kolam melalui pipa paralon ukuran 1 dim yang dilubangi, sehingga keluarnya air dari pipa seperti pancuran. Dasar kolam dibuat agak miring sedikit agar air yang masuk ke kolam melalui pipa paralon bisa langsung ke luar (terbuang).

Kolam pemijahan intensif biasanya disebut kolam pasangan karena setiap unit kolam diisi induk jantan dan betina dengan perbandingan 1 jantan : 1 betina atau 2 jantan : 1 betina. Menurut pengalaman perbandingan jantan dan betina 2 : 1 proses perkawinan lebih cepat karena adanya persaingan induk jantan untuk mendapatkan sang betina.

PERSYARATAN INDUK DAN PROSES PEMIJAHAN

Induk dipilih yang sehat dan tidak cacat, beratnya antara 300 – 500 gram per ekor, umur 18 bulan untuk betina dan 12 bulan untuk pejantan. Terjadinya perkawinan biasanya pagi hari di tandai dengan katak jantan berada diatas katak betina.

Pada waktu perkawinan berlangsung jangan sampai terganggu, sebab bila terganggu katak jantan akan melepas katak betina dan untuk terjadinya perkawinan berikutnya biasanya memerlukan waktu yang agak lama.

Setiap memijah, 1 ekor induk dapat menghasilkan telur antara 5.000-20.000 butir tergantung dari kualitas induk, dan berlangsung sebanyak 3 kali per tahun.

PEMELIHARAAN LARVA DAN KECEBONG

Pada pembenihan intensif, induk yang sudah bertelur dipindah ke kolam yang lain, dan telur tetap di kolam pemijahan untuk dipelihara sampai menjadi larva/kecebong selama 1 bulan. Sedangkan pembenihan tradisional induk tetap berada di kolam, dan telur diambil dari kolam pemijahan untuk dipindahkan ke kolam pemeliharaan larva yang bentuknya seperti kolam pemijahan intensif.

Kecebong yang telah berumur 1 bulan di kolam pemijahan atau pemeliharaan larva, dipindah ke kolam kecebong sampai menjadi percil. Ukuran kolamnya 10 – 20 meter persegi atau lebih, tergantung dari luas lahan yang tersedia. Kolam ini berisi air sedalam 50 cm dengan padat penebaran 1.000 – 1.500 ekor per meter persegi.

PAKAN

Pakan yang diberikan untuk induk berupa pakan buatan (pelet) terapung dengan ukuran 8 mm, sedangkan kecebong dan percil juga diberikan pakan buatan tetapi ukurannya lebih kecil.

PEMASARAN HASIL

Sesuai dengan perkembangan pasar yang ada benih katak sudah dapat dipanen dan laku dijual mulai ukuran kecebong, Keadaan ini sangat menguntungkan para pembenih karena perputaran modal lebih cepat dan keuntungan yang diperoleh cukup tinggi.

Oleh : Anang Muhadyanto (BPTP Karangploso)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here