Tradisi Unik, Beri Makan Pohon dengan Nasi Dipercaya Bisa Suburkan Tanaman

    Tradisi Unik, Beri Makan Pohon dengan Nasi Dipercaya Bisa Suburkan Tanaman

    0
    Bagikan

    Kabartani.com – Ada tradisi unik yang biasa dilakukan para penduduk desa di Provinsi Hubei yang berada di Tiongkok, dalam membantu proses pertumbuhan pada pohon. Penasaran?

    Dalam ilmu pengetahuan dipelajari bahwa proses pertumbuhan pohon dimulai ketika masih berupa biji atau bibit, lalu beberapa hari kemudian mulai tampak bagian batang dan daun-daun kecil yang bermunculan, lama-kelamaan batang pohon menjadi kulit kayu dan daun-daun mulai tumbuh lebat.

    Sama seperti halnya makhluk hidup lainnya, pohon juga memerlukan asupan makanan, namun yang membedakan, dalam pertumbuhannya pohon memerlukan sinar matahari, karbon dioksida, dan unsur mikro maupun makro yang berasal dari dalam tanah.

    Namun, sebuah desa yang berada di Tiongkok, mempunyai tradisi unik dalam memberi makan pohon, mereka benar-benar memberi makan pohon selayaknya memberi makan kepada manusia maupun hewan.

    Penduduk Enshi Tujia dan Miao, sebuah desa yang terletak di Provinsi Hubei di Tiongkok, memiliki tradisi unik yaitu memberi makan pohon dengan nasi putih setiap tahun, terutama pada awal musim semi atau tahun baru Imlek. Mereka mempercayai bahwa memberi makan pohon dengan nasi putih ini bisa membantu menyuburkan pohon itu, sehingga diharapkan mampu menghasilkan buah yang banyak.

    Ada segelintir orang mungkin beranggapan bahwa hal yang dilakukan oleh penduduk desa tersebut merupakan suatu hal yang sangat bodoh, karena untuk membantu menyuburkan dan meningkatkan pertumbuhan pohon sehingga menghasilkan buah yang banyak seharusnya menggunakan pupuk.

    Memberi Makan Pohon dengan Nasi - Kabartani

    Beberapa orang merasa bahwa tradisi ini merupakan hal yang sadis, lantaran dalam proses pemberian makan kepada pohon, penduduk desa harus merobek bagian batang pohon, sehingga kulit pohon akan mengelupas, setelah itu nasi akan diletakan di batang pohon. Hal ini justru akan melukai tanaman.

    Di lain sisi, para penduduk desa yang menjalankan tradisi ini berpendapat bahwa apa yang mereka lakukan bukan hanya seperti yang dilihat kebanyakan orang, yaitu sekadar memberi makan pohon, tapi mereka mengaku juga memberi makan kepada “roh pohon”.

    Para penduduk percaya bahwa setiap pohon memiliki roh yang patut dihormati dengan cara memberi mereka makan dengan nasi putih. Satu hal yang pasti, tradisi ini begitu menarik dan banyak menjadi pembicaraan di berbagai penjuru dunia.

    Oleh: Yulia Yulee

    Loading...

    TIDAK ADA KOMENTAR

    BERI BALASAN