Tumpang Sari Singkong-Kacang Tanah dengan Teknik Double Row

Tumpang Sari Singkong-Kacang Tanah dengan Teknik Double Row

0
Bagikan

Kabartani.comTumpang sari singkong-Kacang Tanah dengan Teknik Double Row. Singkong dapat ditanam sebagai tanaman tunggal (monokultur), maupun bersama tanaman lain secara tumpang sari atau tumpang sisip.

Bagi sobat tani yang mengutamakan hasil singkong, namun ingin memperoleh tambahan penghasilan dari kacang-kacangan, jagung maupun padi gogo, maka dapat menggunakan teknik double-row (baris ganda) ini.

Dengan menerapkan teknik ini, sobat tani memungkinkan untuk menanam dua kali tanaman kacang-kacangan, tanpa mengurangi hasil panen singkong. Dengan sistem ini, petani lebih cepat mendapatkan hasil tunai dari panen kacang-kacangan sementara menunggu tanaman singkong dapat dipanen.

Pada dasarnya teknik ini adalah menggabungkan tiga macam budi daya, yakni :

  • Budi daya monokultur tanaman kacang tanah pada musim pertama (awal musim hujan).
  • Tumpang-sisip dengan penanaman ubi kayu yang di atur secara baris ganda (double-row) (umur kacang tanah 20 hari).
  • Budi daya lorong tanaman kacang-kacangan di antara ubi kayu pada musim kedua (menjelang akhir musim hujan)

1. Penanaman kacang tanah (pada awal musim hujan-1)

Persiapan Benih

Benih berkualitas merupakan salah satu syarat utama dalam budidaya kacang tanah. Pengunaan benih bermutu akan mengoptimalkan populasi tanaman dan pertumbuhan yang seragam. Benih yang akan ditanam harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

  • Varietas unggul yang mempunyai potensi hasil tinggi, ukuran biji seragam, sehat dan jelas asal usulnya.
  • Pemilihan varietas sebaiknya memperhatikan kesesuaian dengan lingkungan dan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Saat ini tersedia beberapa varietas dengan sifat keunggulan masing- masing yaitu : varietas tahan karat daun (diantaranya Bison, Kelinci, Takar 1 dan 2), varietas tahan penyakit layu (Jerapah, Kancil, Tuban, Hypoma 1 dan 2), varietas adaptif lahan kering masam (Jerapah, Talam 1, 2 dan 3), varietas adaptif lahan kering alkali (Bison, Tuban, Domba)

Persiapan Lahan

Tanah dibajak 2x sedalam 15-20 cm, digaru, diratakan, dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma , dan dibuat bedengan selebar 3-4 m. Antar bedengan dibuat saluran sedalam 30 cm dan lebar 20 cm yang berfungsi sebagai drainase pada musim hujan dan sebagai irigasi pada saat musim kering.

Cara Tanam

Penanaman secara baris tunggal dengan tugal atau alur bajak dengan jarak tanam 30-40 cm x 10-15 cm, atau dengan baris ganda( 50 x30)x 15 cm, dengan jumlah 1 biji/lubang.

Pemupukan

  • Diberikan pupuk kandang 2-4 ton/ha, pada permukaan bedeng dengan mencampur dengan tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam seminggu sebelum tanam.
  • Jika diberikan pupuk anorganik, cara yang paling efisien dilakukan secara larik atau tugal pada saat tanam atau saat tanaman berumur 7-15 hari dengan dosis SP 36 100kg/ha, ZA 100 kg/ha dan KCL 50 kg/ha.

Pengendalian Hama

Hama utama Kacang tanah antara lain Wereng kacang tanah, penggerek daun, ulat jengkal dan ulat grayak. Hama tersebut dapat dikendalikan dengan insektisida endosulfan, klorfirifos, monokrotofos dan diazinon. Untuk pencegahan pestisida dapat diaplikasikan pada umur 25, 35 dan 45 hari.

Penyakit utama kacang tanah antara lain layu bakteri, bercak daun dan penyakit karat. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menanam varietas tahan atau dengan penggunaan fungisida benomil, mankozep ataupun klorotalonil yang diaplikasikan pada saat tanaman berumur 35, 45 dan 60 hari.

Penyiangan dan pembumbunan

Penyiangan gulma dilakukan sebelum tanaman berbunga, penyiangan tidak boleh dilakukan pada saat ginofor(tangkai kepala putik) tananam sudah masuk kedalam tanah karena akan menyebabkan kegagalan pembentukan polong. Pembumbunan dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan I.

Pengairan

Pengairan dilakukan pada periode kritis tanaman yaitu pada periode pertumbuhan awal (umur hingga 15 hr), awal berbunga (25 hari), penbentukan dan pengisian polong ( 50 hari), dan pemasakan (65 hari).

Panen

Umur panen tergantung pada varietas dan musim tanam. Tanaman kacang tanah siap untuk dipanen ciri-cirinya adalah: kulit polong mengeras, berserat, bagian dalam berwarna coklat, jika ditekan polong mudah pecah. Jika biji telah terisi penuh tanaman harus segera dipanen, karena jika terlambat biji dapat langsung tumbuh di lapang.

Pascapanen

Setelah panen polong harus segera dirontokkan kemudian polong dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 12 % yang ditandai oleh mudahnya kulit ari terkelupas. Penundaan polong basah lebih dari 24 jam menyebabkan polong berlendir, mudah terinfeksi jamur Aspergillus plavus dan terkomtamimasi aflatoksin yang menyebabkan kacang menjadi pahit dan beraroma pahit.

Pada saat tanaman kacang tanah sudah berumur sekitar 20 hari maka dilakukan Tumpang-sisip dengan penanaman ubi kayu yang di atur secara baris ganda (doublerow) dengan teknik seperti skema gambar pola tanam di bawah ini:

2. Penanaman Ubi Kayu Double-row

Bibit / Stek

  • Bibit berupa stek diambil dari tanaman yang sehat dan berumur lebih dari 7 bulan namun kurang dari 14 bulan.
  • Yang digunakan untuk stek adalah bagian tengah batang yang bagus. Bagian pucuk yang masih terlalu muda (sekitar 50 cm ) dan bagian pangkal yang terlalu tua (sekitar 20 cm) sebaiknya tidak digunakan untuk stek.
  • Apabila terpaksa menggunakan batang yang terserang hama/penyakit, maka stek perlu disemprot atau direndam dalam pestisida sebelum ditanam.

Varietas Unggul

Pemilihan varietas disesuaikan dengan keperluan. Saat ini banyak tersedia pilihan varietas unggul ubi kayu. Untuk konsumsi langsung, pilih yang kualitas rebusnya baik dan rasanya enak (tidak pahit), seperti Malang-1 atau Adira-1. Untuk tepung/tapioca, pilih varietas unggul yang kadar patinya tinggi, walaupun rasanya biasanya pahit ( langu ).

Penanaman Ubi Kayu Double-row

  • Stek ubi kayu ditanam setelah tanaman kacang yang berumur 20 hari,Ubi kayu ditanam secara baris ganda dengan jarak tanam (60 x 70 ) x 260 cm. jarak tanam 60 x 70 cm adalah jarak tanam ubi kayu (lihat gambar).
  • Dengan pola tersebut, populasi ubi kayu sekitar 90% dari cara tanam monokultur (populasi monokultur 10.000 tanaman/ha).

Pengolahan Tanah dan Tanam

  • Tanah diolah sedalam sekitar 25 cm,
  • Pada awal pertumbuhan, ubi kayu memerlukan air yang cukup. Oleh karena itu, apabila tidak menggunakan irigasi, tanam sebaiknya dilakukan pda musim hujan.
  • Stek ditanam dengan cara menancapkan ke tanah sedalam sekitar 3-5 cm. posisi stek jangan sampai terbalik.

Pemupukan

Takaran pupuk yang dibutuhkan adalah 200 kg Urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl per hektar, yang diberikan dalam dua tahap :

  • Umur 7-10 hari dipupuk dengan takaran 100 kg Urea, 100 kg SP36, dan 50 kg KCl per hektar.
  • Umur 2-3 bulan dipupuk dengan takaran 100 kg Urea dan 50 kg KCl per hektar.
  • Bila dianggap perlu, pada umur 5 bulan bisa diambahkan Urea secara tugal, sekitar 15 cm dari tanaman.

Wiwil (membatasi jumlah tunas)

Pada umur 1 bulan tunas-tunas yang berlebihan dibuang/dirempes, menyisakan 2 tunas yang paling baik.

Penyiangan dan Pembumbunan

Penyiangan dilakukan sedikitnya 1-2 kali, sehingga tanaman bebas gulma hingga umur 3 bulan.  Pada umur 2-3 bulan perlu dilakukan pembumbunan.

Panen

Umur panen ubi kayu bervariasi menurut varietasnya. Varietas unggul umumnya dapat dipanen pada umur 8-11 bulan.

3. Penanaman kacang-kacangan kedua (akhir musim hujan/MH-2)

Setelah kacang-kacangan dipanen, maka tersedia ruang di antara baris ganda ubi kayu selebar 260 cm. Di antara lorong tersebut dapat di tanam kacang-kacangan sebanyak 5 (lima) baris dengan jarak tanam 40 x15 cm atau 35 x 20 cm. Dengan jarak tanam ini populasi sekitar 70% daripada pertanaman secara monokutur.

Loading...

TIDAK ADA KOMENTAR

BERI BALASAN